Gibran Cawapres, Jateng Tetap Kandang Banteng

Dialog Kompas TV Bersama Ni Luh Puspa, Wihadi Wiyanto dan Hanta Yuda. Gibran Cawapres, Jateng Tetap Kandang Banteng

Memang sejarahnya demikian, Jawa Tengah berkali-kali jadi ‘Sarang Banteng’, meski banyak mendapat sasaran serangan setiap kontestasi pemilu. Pun demikian pada Pemilu 2024, Jateng akan jadi wilayah ‘pertempuran’ yang sangat ramai, dan jadi target utama semua paslon capres-cawapres.

Continue reading “Gibran Cawapres, Jateng Tetap Kandang Banteng”

Menguji Netralitas Jokowi

Kontroversi Metro TV: Menguji Netralitas Jokowi bersama Zilvia Iskandar, Joanes Joko, Habiburokhman, Ahmad Khoirul Umam, Jazilul Fawaid, dan Effendi Gazali

Di setiap momen Pemilu, kita selalu membangun imajinasi narasi berupa pendidikan politik dan membangun budaya politik, membangun peradaban. Posisi presiden ini sangat kuat. Begitu presiden tidak netral, menjadi pertanyaan: apa legacy yang ditinggalkannya?

Continue reading “Menguji Netralitas Jokowi”

Gibran Bukan Representasi Anak Muda Jawa Tengah

Dialog CNN Indonesia bersama Ujang Komarudin dan Syaza Wisastro: PDI Perjuangan Berjuang dengan Optimisme Ideologis, Gibran Bukan Representasi Anak Muda Jawa Tengah

Pascapencalonan Gibran Rakabuming sebagai cawapres Prabowo menyeberang dari PDI Perjuangan, memang ada ungkapan luka batin dan perih dari kader-kader di Jawa Tengah, sampai ada ucapan pasrah kepada Tuhan, Gusti Allah Ora Sare, dan lain-lain. Saya melihat ada kesedihan, maka saya berusaha membangunkan semangat untuk tak larut dalam kekecewaan yang ada.

Continue reading “Gibran Bukan Representasi Anak Muda Jawa Tengah”

Dialog di iNews: Gibran Berkelit, Bagai Kacang Lupa Kulit?

Analoginya begini. Sebagai seorang yang saat ini termasuk entrepreneur atau pengusaha sukses, misalnya Gibran Rakabuming punya karyawan yang kemudian pindah ke perusahaan lain dengan lini bisnisnya sama. Kalau karyawan itu pindah, tanpa memberitahu, kemudian masih merasa sebagai karyawan Gibran, tentu Gibran Rakabuming akan bertanya, maksudmu itu apa? Tidak pamit, tidak mengundurkan diri, tapi bekerja di kantor sebelah yang produknya sama. Dianggap tidak etis kalau karyawan pindah, tapi tidak memberitahu, itu konduitenya kurang bagus.

Continue reading “Dialog di iNews: Gibran Berkelit, Bagai Kacang Lupa Kulit?”

Menteri dan Aparat Negara Lain Harus Teladani Netralitas Presiden Jokowi

Segmen Dialog Apa Kabar Indonesia Malam TV One, 30 Oktober 2023

Saat ini muncul wacana publik adanya ketidaknetralan Pak Jokowi. Secara pribadi, sebagai Bapak, Jokowi memang sudah tidak netral, karena memberikan restu kepada Gibran sebagai cawapresnya Prabowo. Ini wajar karena ada relasi antara ayah dan anak. Tapi, dalam kapasitas Jokowi sebagai presiden, ia menunjukkan netralitasnya sebagai kepala negara.

Continue reading “Menteri dan Aparat Negara Lain Harus Teladani Netralitas Presiden Jokowi”

Sebagai Bapak, Jokowi Tidak Netral. Tapi Sebagai Presiden, Jokowi Harus Menunjukkan Keteladanannya

Talk Show Kompas Petang KompasTV: Sebagai Bapak, Jokowi Tidak Netral. Tapi Sebagai Presiden, Jokowi Harus Menunjukkan Keteladanannya

Makan siang bersama antara Presiden Jokowi dan ketiga bakal calon presiden menunjukkan keseriusan Presiden Jokowi menjaga situasi kondusif agar kontestasi Pilpres akan berlangsung dengan baik. Ini karena akhir-akhir ini berkembang persepsi seolah Presiden Jokowi ada pada posisi tidak netral. Sebagai bapak, posisi Jokowi jelas tidak netral karena puteranya ada sebagai cawapresnya Prabowo Subianto.

Continue reading “Sebagai Bapak, Jokowi Tidak Netral. Tapi Sebagai Presiden, Jokowi Harus Menunjukkan Keteladanannya”

Kontestasi Harus Dikembalikan ke Ganjar-Prabowo-Anies, Bukan Mega versus Jokowi

Talk Show Kompas Petang KompasTV: Kontestasi Harus Dikembalikan ke Ganjar-Prabowo-Anies, Bukan Mega versus Jokowi

Saya tidak paham mengapa media kembali mengangkat soal isu tiga periode. Jangan ada framing playing victim pemilihan Gibran sebagai cawapres Prabowo sebagai akibat penolakan isu tiga periode, juga soal tuntutan penonaktifan Gibran.

Continue reading “Kontestasi Harus Dikembalikan ke Ganjar-Prabowo-Anies, Bukan Mega versus Jokowi”