Pakar Sejarah Islam: Belanda Banyak Mengubur Sejarah Islam Indonesia

Program Inspirasi Sahur Badan Kebudayaan Nasional PDI Perjuangan Episode 22: Al- Islam fi Indonesia | KH. Ahmad Baso.

Penjajah Belanda sejak abad 16 silam rupanya banyak mengubur sejarah penyebaran Islam di Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui mekanisme diskriminasi penulisan narasi sejarah kepada sejumlah etnis tertentu sebagai sumber sejarah. Hal tersebut terungkap kala KH. Ahmad Baso mengupas Kitab Al Islam fi Indonesia karya KH. Abdullah bin Nuh dan Sayyid Dhiya Syahab, pada program Inspirasi Ramadan Edisi Sahur di Youtube BKN PDI Perjuangan dipandu Syafril Nazirudin, Kamis (13/4/2023).

Continue reading “Pakar Sejarah Islam: Belanda Banyak Mengubur Sejarah Islam Indonesia”

Komisi VI DPR RI Akan Dalami Usulan Pemberian PMN PT Aviata dan PT BPUI

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima mengatakan Komisi VI DPR RI akan mendalami usulan pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diajukan oleh Kementerian BUMN untuk PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) dan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero). Komisi VI pun, lanjut Aria, akan mengambil keputusan atas usulan PMN tersebut pada masa sidang berikutnya.

Continue reading “Komisi VI DPR RI Akan Dalami Usulan Pemberian PMN PT Aviata dan PT BPUI”

Merawat Orang Tua, Gerbang Menuju Surga

Program Inspirasi Buka Badan Kebudayaan Nasional PDI Perjuangan Episode  21: Anak Durhaka | KH. Muhammad Syauqi Zainuddin MZ.

Berbakti kepada orang tua merupakan salah satu kewajiban sebagai seorang anak dan amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT. Bahkan ridho Allah itu terletak pada ridhonya orang tua, Begitupun dengan murka Allah tergantung pada murka orang tua. Hak anak terhadap orang tua dan perintah agar anak terus berbakti kepada orang tua hingga akhir hayat.

Continue reading “Merawat Orang Tua, Gerbang Menuju Surga”

Salat Membentuk Pribadi Berkarakter, Bukan Sekadar Ritual

Program Inspirasi Sahur Badan Kebudayaan Nasional PDI Perjuangan Episode 21-  Kitab Fasholatan Karya KH. Soleh Darat Semarang| Lora Kholili Kholil.

Kiai Haji Soleh Darat merupakan sosok teladan yang mengajarkan bagaimana salat dapat membangun hubungan yang baik, tidak hanya dengan Allah namun juga dengan manusia. Dalam kitab karyanya yaitu ‘Kitab Fasholatan’ yang berbahasa Jawa, Soleh Darat memberikan kiat-kiat agar umat Islam khusyu dalam menjalankan ibadah salat dan mampu menciptakan kepedulian sosial, bukan sebatas ritual namun juga membentuk pribadi menjadi seseorang yang memiliki nilai-nilai kebangsaan.

Continue reading “Salat Membentuk Pribadi Berkarakter, Bukan Sekadar Ritual”

Mengenal Kitab Belut Nusantara yang Pernah Luruskan Salah Pahamnya Bangsa Arab

Program Inspirasi Sahur PDI Perjuangan Episode 20: Kitab Belut Karya Syekh Mukhtar Athorid Bogor| Dr. Ahmad Ginanjar Sya’ban, M.Hum.

Warga Arab Saudi di masa lampau pernah salah paham terkait tindakan para jamaah haji asal Indonesia yang dianggap melakukan hal yang dilarang agama. Para jamaah haji dianggap gemar memakan ular, salah satu jenis hewan yang dilarang untuk dimakan dalam Islam. Padahal, yang dimakan jamaah haji asal Indonesia adalah belut. Kesalahpahaman tersebut akhirnya diluruskan oleh Syekh Mukhtar Athorid Bogor melalui kitabnya yang dikenal dengan judul “Kitab Belut Nusantara”.

Continue reading “Mengenal Kitab Belut Nusantara yang Pernah Luruskan Salah Pahamnya Bangsa Arab”

Psikolog: Larut dalam Kesedihan dan Kesenangan Itu Berbahaya

Program Inspirasi Buka BKN PDI Perjuangan Episode 19: Jangan Galau! | Ning Rihab Said Aqil

Luapan emosi memang kerap tak menentu. Terkadang bisa sangat sedih atau sangat bahagia. Namun, kebanyakan orang tidak sadar bahwa hal manusiawi itu bisa berujung kerugian saat tak mampu mengendalikan temponya. Ya, kesenangan dan kesedihan bisa merugikan jika berlarut-larut.

Continue reading “Psikolog: Larut dalam Kesedihan dan Kesenangan Itu Berbahaya”

Karya Monumental Diponegoro Saat Hidup di Ujung Tanduk

Program Inspirasi Sahur PDI Perjuangan Episode 19: Naskah Serat Babad Diponegoro dalam Pegon Karya Pangeran Diponegoro| KH. Ahmad Baso.

Kalah perang dan diasingkan, bukan berarti hidup segera berakhir. Pangeran Diponegoro mengajarkan nilai ini saat menyusun naskah legendaris dalam pembuangannya di Manado, Sulawesi Utara pada tempo 1832 silam: Babad Diponegoro beraksara Pegon setebal 1.150 halaman.

Continue reading “Karya Monumental Diponegoro Saat Hidup di Ujung Tanduk”