Sosialisasikan 4 Pilar MPR Bersama Tani Subur, PKK Tegal Giri, dan Karang Taruna Teratai Putih, Aria Bima Tegaskan Peran Anak Muda dalam Pembangunan Desa dan Pelestarian Budaya

Anggota MPR RI Aria Bima melaksanakan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR bersama kelompok Tani Subur, ibu-ibu PKK Tegal Giri, dan Karang Taruna Teratai Putih di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Selasa,15 September 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana kebersamaan dan turut diisi dengan pertunjukan wayang sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.

Wayang dipilih tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenalkan dan melestarikan budaya lokal sekaligus menyampaikan pesan-pesan kehidupan yang relevan dengan nilai-nilai kebangsaan.

Dalam sosialisasi tersebut, Aria Bima menyampaikan pentingnya memahami dan mengamalkan 4 Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

”Nilai-nilai yang terkandung dalam 4 Pilar Kebangsaan perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah V itu.

Kehadiran kelompok Tani Subur, ibu-ibu PKK Tegal Giri, dan Karang Taruna Teratai Putih menunjukkan bahwa penguatan nilai kebangsaan dapat dilakukan melalui berbagai kelompok masyarakat. Masing-masing memiliki peran dalam menjaga kebersamaan, gotong royong, dan kehidupan sosial di lingkungan masing-masing.

Kegiatan wayangan yang menjadi bagian dari acara juga memberikan warna tersendiri. Wayang merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang memiliki nilai filosofis dan sarat dengan pesan moral. Cerita serta tokoh-tokoh dalam pewayangan selama ini banyak menyampaikan pesan mengenai kepemimpinan, tanggung jawab, keberanian, kejujuran, serta hubungan antarmanusia.

Nilai-nilai tersebut dapat menjadi media untuk memperkenalkan semangat kebangsaan dengan pendekatan budaya yang dekat dengan masyarakat. Pelestarian kesenian tradisional juga menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya di tengah perkembangan zaman.

Bagi kelompok tani, nilai kebersamaan dapat diwujudkan melalui semangat gotong royong dan kerja sama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sementara bagi ibu-ibu PKK, penanaman nilai Pancasila dapat dimulai dari lingkungan keluarga melalui pendidikan karakter, toleransi, dan kepedulian sosial.

Adapun bagi generasi muda yang tergabung dalam Karang Taruna Teratai Putih, Aria Bima mendorong agar anak muda terus mengambil peran dalam kegiatan sosial, pembangunan desa, serta pelestarian budaya.

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan juga menjadi ruang dialog antara masyarakat dan wakil rakyat. Peserta dapat menyampaikan pertanyaan, pandangan, maupun persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan yang memadukan sosialisasi kebangsaan dan pertunjukan wayang, masyarakat tidak hanya diajak memahami 4 Pilar secara teoritis, tetapi juga melihat bagaimana nilai kebangsaan dapat disampaikan melalui budaya yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

”Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat semangat persatuan, gotong royong, toleransi, serta kecintaan terhadap budaya Indonesia di tengah masyarakat Kabupaten Boyolali,” pungkas legislator dari Fraksi PDI Perjuangan itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *