Menurut catatan sejarah, dunia pernah terbagi atas dua blok, yaitu Blok Timur (Uni Soviet) dan Blok Barat (Amerika Serikat). Hubungan antara Uni Soviet dan Amerika Serikat menjadi begitu tegang.
Continue reading “Strategi Geopolitik ala Bung Karno”Bung Karno di Mata Dunia Episode 2: Bung Karno di Mata Pakistan
“Soekarno selalu bersama Pakistan”, itulah kesan yang dipegang oleh rakyat Pakistan ketika mengingat akan jasa-jasa Bung Karno terhadap Bangsa Pakistan.
Saat terjadi konflik wilayah antara Pakistan dan India, Soekarno berada di belakang Pakistan. Meskipun Soekarno dikenal sangat dekat dengan Nehru, Perdana Mentri India kala itu, Soekarno tetap bersama Pakistan dan membantu rakyat Pakistan selama perang pada tahun 1965.
Continue reading “Bung Karno di Mata Dunia Episode 2: Bung Karno di Mata Pakistan”Desoekarnoisasi Tak Bisa Kubur Peran Bung Karno sebagai Penggali Pancasila
Gagasan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak muncul seketika dan tuntas pada pada waktu yang singkat. Sejarah konseptualisasi Pancasila melintasi rangkaian panjang dimulai dari fase pembibitan, kemudian perumusan, dan akhirnya pengesahan. Setiap fase melibatkan partisipasi berbagai unsur dan golongan. Itulah sebabnya, Pancasila merupakan karya bersama milik bangsa.
Continue reading “Desoekarnoisasi Tak Bisa Kubur Peran Bung Karno sebagai Penggali Pancasila”Bung Karno di Mata Dunia Episode 1: Bung Karno di Mata Rusia
Hubungan diplomatik Rusia dan Indonesia sudah terjalin sejak tahun 1950-an ketika Rusia masih menjadi bagian dari Uni Soviet. Negara ini merupakan salah satu dari sedikit negara yang mengakui kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia dari Belanda.
Continue reading “Bung Karno di Mata Dunia Episode 1: Bung Karno di Mata Rusia”Penggagas Inovator 4.0: Bung Karno Bukan Sekadar Pembelajar Ilmu, Tapi Sumber Ilmu Itu Sendiri
Ir. Soekarno merupakan sosok ilmuwan yang sangat pintar. Selain menempuh pendidikan tinggi sebagai seorang arsitek, Bung Karno juga dianugerahi 26 doktor honoris causa, dengan rincian 17 gelar doktor kehormatan dari universitas luar Negeri dan sembilan kampus dalam negeri. Singkatnya, Bung Karno memiliki dasar keilmuan arsitek, tetapi pengetahuannya tentang politik, filsafat dan ilmu lain sangat bisa untuk diperhitungkan.
Continue reading “Penggagas Inovator 4.0: Bung Karno Bukan Sekadar Pembelajar Ilmu, Tapi Sumber Ilmu Itu Sendiri”Karakter ‘Nation Building’ Warnai Pembangunan Masjid Sentuhan Bung Karno
Imajinasi Bung Karno sangat luas sampai ke lingkup arsitektur pembangunan masjid tempat beribadah yang sesuai dengan karakter Indonesia. Ketika Bung Karno menempuh pendidikan tinggi di Bandung, ia memiliki biro arsitek dengan sahabatnya, Ir. Anwari. Hasilnya, ada pada sebuah karya masjid di Jalan Suniaraja, Bandung, dengan arsitektur bunga padma yang menjadi bagian dari kisi-kisinya. Sayang, masjid bersejarah itu kini sudah dirobohkan.
Continue reading “Karakter ‘Nation Building’ Warnai Pembangunan Masjid Sentuhan Bung Karno”Resep Bung Karno Jadi ‘Singa Podium’ Dunia
Presiden pertama kita, Bung Karno, dikenal sebagai orator yang hebat dengan gaya retorikanya nan amat khas. Gaya pidato Bung Karno berapi-api seakan menyihir pendengarnya terpana mendengarkan sampai usai. Audiens dibuat terpukau mendengarkan pidato Bung Karno walaupun panjangnya berjam-jam.
Continue reading “Resep Bung Karno Jadi ‘Singa Podium’ Dunia”Pindah Ibu Kota: Digagas Era Bung Karno, Dieksekusi Jokowi
Hari-hari ini, pemerintah berencana memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan, sebuah gagasan besar yang ternyata idenya sudah jadi visi Bung Karno puluhan tahun silam. Latar belakang pemindahan ibu kota didasari karena melihat Jakarta semakin hari semakin padat dan kondisi geografis yang tak memungkinkan lagi. Maka, dengan kondisi seperi itu muncul gagasan untuk menjadikan Jakarta sebagai kota perdagangan atau ekonomi saja. Lantas, yang menjadi persoalan saat itu, kemana tujuan Ibu Kota Negara berikutnya?
Continue reading “Pindah Ibu Kota: Digagas Era Bung Karno, Dieksekusi Jokowi”Abdul Gaffar Karim: Jika Bung Karno Masih Hidup, Indonesia Sudah Jadi Negara Maju
Bung Karno memang dikenal sebagai pemimpin atau negarawan yang supel kepada semua orang. Namun, bukan berarti ketika menjadi seorang negarawan dan pemimpin yang supel lantas selalu dekat dikelilingi orang-orang yang baik dan satu visi dengan Bung Karno. Sayangnya tidak, kejatuhan masa kepemimpinan Bung Karno banyak disebabkan gabungan faktor dari internal dan eksternal Indonesia.
Continue reading “Abdul Gaffar Karim: Jika Bung Karno Masih Hidup, Indonesia Sudah Jadi Negara Maju”Strategi Nasionalisme Bung Karno Melalui Fashion
Sebagai pimpinan negara, semua hal yang dilakukan sampai busana yang dikenakan selalu menjadi sorotan publik. Soal gaya pakaian ini memang penting. Maklum saja, presiden juga termasuk simbol negara, sehingga apa yang dikenakannya pasti menjadi perhatian banyak orang. Jas, kemeja putih, dasi dan peci jadi pakaian paling umum tiap presiden.
Continue reading “Strategi Nasionalisme Bung Karno Melalui Fashion”