Jaga Semangat Bung Karno, Aria Bima Ingatkan Beban Sejarah dan Tanggung Jawab Moral Kader PDI Perjuangan

PDI Perjuangan memiliki beban sejarah untuk menjaga semangat kebangsaan.

Sebagai partai penerus pemikiran dan perjuangan Bung Karno, PDI Perjuangan memanggul tanggung jawab yang tidak ringan untuk terus menjaga pemikiran-pemikiran besar Bung Karno di tengah banyaknya persoalan bangsa dan negara.

Hal tersebut disampaikan anggota MPR RI Aria Bima dalam acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama kader-kader PDI Perjuangan di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Solo, Sabtu, 7 Februari 2026. Hadir dalam acara itu jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Surakarta dan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surakarta

“Di usia yang sangat muda, Bung Karno telah mampu merumuskan konsep kebangsaan yang melampaui zamannya. Seluruh gagasan dan cita-citanya itu di kemudian hari berhasil dia wujudkan ketika memimpin perjuangan bangsa ini menuju kemerdekaan sebagai negara berdaulat,” tutur Aria Bima.

Bima memaparkan sebagai penerus dari PNI, PDI Perjuangan adalah wadah ideal bagi rakyat Indonesia untuk mempertahankan nilai-nilai ideologis yang diwariskan Bung Karno untuk memperjuangkan nasibnya sendiri sebagai bangsa berdaulat.

“Peran Indonesia yang dicita-citakan Bung Karno untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, adalah tanggung jawab kader-kader penerusnya untuk tetap terjaga,” kata dia.

“Bung Karno dengan sadar mendirikan partai politik sebagai wadah yang ideal untuk perjuangan politik. Dengan PNI, Bung Karno terus memperjuangkan nasib bangsanya. Karena itu PDI Perjuangan sebagai partai penerus PNI harus mampu berjuang ideal lewat jalur politik untuk melaksanakan perwujudan gagasan Bung Karno di tengah banyaknya persoalan bangsa dan negara saat ini,” terang dia.

Menurut Bima, menjalankan tanggung jawab sejarah dan moral politik itu sangat membanggakan bagi seluruh kader PDI Perjuangan. “Ini adalah beban sejarah dan tanggung jawab moral politik tak ringan namun sangat membanggakan bagi para kader PDI Perjuangan,” jelas dia.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan kader PDI Perjuangan di Surakarta tetap solid dalam memegang teguh ideologi partai sebagai kompas dalam setiap langkah politik di masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *