Menyatukan Ruang Demokrasi: Kodifikasi Kepemiluan dan Fondasi Baru Masa Depan Politik Kita

Kodifikasi hukum kepemiluan merupakan komitmen nasional dalam RPJPN 2025-2045 untuk mengatasi ketidakpastian aturan dan pergeseran pilkada yang berulang kali terjadi antara ranah pemilu dan otonomi daerah.

Melalui langkah rekodifikasi, yaitu menyatukan UU Pemilu dan UU Pilkada ke dalam satu kerangka hukum yang utuh, negara bertujuan untuk menciptakan stabilitas tugas penyelenggara, meminimalisir ekses negatif seperti politik uang, menyelaraskan undang-undang dengan putusan Mahkamah Konstitusi terbaru, serta mewujudkan ritme pemilu yang lebih baik.

Continue reading “Menyatukan Ruang Demokrasi: Kodifikasi Kepemiluan dan Fondasi Baru Masa Depan Politik Kita”

Bawaslu Garda Terdepan Demokrasi

Bawaslu adalah garda terdepan demokrasi dan tempat rakyat menyandarkan kepercayaan. Ke depan kita ingin Bawaslu kuat, pengawasan kuat, karena itu jaga integritas dan perkuat kapasitas.

Tempo: Politikus PDI Perjuangan Ungkap Dua Alasan Partainya Ingin 2 Pasangan di Pilpres 2024

Aria Bima menjelaskan, narasi hanya dua pasangan calon itu diungkit lantaran PDI Perjuangan punya pertimbangan sosiologi dan ekonomi. Dari sisi sosiologi, pemilihan presiden dengan dua pasangan calon itu akan berlangsung satu putaran. Jika tiga pasangan, maka pemilihan bergulir ke putaran kedua. “Polarisasi lebih tajam di putaran kedua,” kata dia.

Continue reading “Tempo: Politikus PDI Perjuangan Ungkap Dua Alasan Partainya Ingin 2 Pasangan di Pilpres 2024”