Makalah Komunikasi Aria Bima: Sebaran Hoaks sebagai Masalah Komunikasi

Hoaks atau berita bohong sebarannya mulai merebak seiring dengan percepatan perkembangan teknologi komunikasi. Keberadaan media sosial dan semakin terjangkauanya harga smartphone, telah menyebabkan pengguna internet di Indonesia menduduki peringkat kelima terbesar di dunia dari segi jumlah. Jumlah yang demikian besar tersebut ternyata tidak diimbangi derajad literasi media maupun literasi informasi.  Hoaks banyak beredar melalui media sosial.Rendahnya derajad literasi media dan literasi informasi telah membuat mereka mengalami kesulitan untuk membedakan apakah suatu informasi itu berdasar fakta dan telah terverifikasi dan terkonfirmasi kebenarannya, atau sekadar hoaks atau berita palsu.

Continue reading “Makalah Komunikasi Aria Bima: Sebaran Hoaks sebagai Masalah Komunikasi”

Makalah Komunikasi Aria Bima: Retorika, Seni Berbicara, dan Sejarahnya

Retorika adalah ilmu dan seni dalam berbicara, mengatur komposisi kata, menyampaikan atau mengajak orang lain sehingga mudah dipahami dan diterima pendengar serta terkesan atas apa yang diucapkannya. Retorika dalam bahasa Inggris disebut rhetoric, dalam bahasa latin rethorika dan dalam bahasa Yunani yakni rethor yang artinya ilmu berbicara, seni bicara atau mahir berbicara.

Retorika merupakan bentuk komunikasi di mana seseorang menyampaikan buah pikirannya baik lisan maupun tertulis kepada hadirin yang relatif banyak dengan pelbagai gaya dan cara bertutur, serta selalu dalam situasi tatap muka (face to face) baik langsung maupun tidak langsung.

Continue reading “Makalah Komunikasi Aria Bima: Retorika, Seni Berbicara, dan Sejarahnya”

Makalah Komunikasi Aria Bima: Waktu (Kronemika), Komunikasi Politik dan Penyelenggaraan Negara

Komunikasi politik terus berlangsung tanpa henti seiring dengan keberadaan penyelenggaraan negara. Komunikasi politik terjadi pada berbagai segmen dan tingkatan dengan berbagai jenis pelakunya. Komunikator politik bisa seorang pejabat negara, politisi, atau orang-orang yang memiliki ketertarikan terhadap politik dan komunikasi politik. Frekuensi komunikasi politik meningkat ketika terjadi peristiwa yang sebenarnya terjadi secara rutin dan berkala, seperti rangakaian penyelenggaraan pemilu dan pilpres beserta peristiwa ikutannya, maupun peristiwa yang memiliki magnitude politik besar.

Continue reading “Makalah Komunikasi Aria Bima: Waktu (Kronemika), Komunikasi Politik dan Penyelenggaraan Negara”

Makalah Komunikasi Aria Bima: Agenda Setting Penyebaran Hoaks di Media Sosial pada Masa Pandemi Covid-19

Penelitian imitasi adalah penelitian replikasi yang menggunakan proposisi dan rancangan yang persis sama seperti yang digunakan penelitian sebelumnya. Sebutan lain untuk penelitian imitasi: exact replication, precise replication, strict replication.

Riset yang menjadi acuan untuk direplikasi adalah AGENDA SETTING PENYEBARAN HOAKS  DI MEDIA SOSIAL Oleh Christianity Juditha, peneliti Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika Manado Jl. Pumorrow 76, Kota Manado, Sulawesi Utara, 95126, Indonesia.

Continue reading “Makalah Komunikasi Aria Bima: Agenda Setting Penyebaran Hoaks di Media Sosial pada Masa Pandemi Covid-19”

Selamat Harlah ke-95 Nahdlatul Ulama

Dalam kurun waktu lama, Nahdlatul Ulama konsisten menjaga dan membina kerukunan masyarakat Indonesia dengan secara moderat, seimbang dan toleran.

Untuk itu, dalam harlah ke-95 tahun ini, tentu rasa syukur disampaikan serta harapan dikembangkan untuk menghadapi dinamika problematika dalam masyarakat yang kian beragam. Kita terus bersama Nahdlatul Ulama membangun kebersamaan.

#PDI Perjuangan

Makalah Komunikasi Aria Bima: Kebebasan Media dalam Demokrasi Kita

Tentang kebebasan media. Dalam praktik politik dan penyelenggaraan negara modern dikenal adanya empat pilar penyangga demokrasi (four estates of democracy), yakni eksekutif, legislatif, yudikatif, dan kebebasan pers. Tiga pilar pertama adalah penyelenggara negara, sedang pilar keempat (the fourth estate) adalah kebebasan pers (freedom of the press) yang menjalankan fungsi kontrol terhadap tiga pilar lainnya selaku penyelenggara negara.  Kredo tentang empat pilar penyangga demokrasi, tampaknya harus dikaji ulang karena pers dan media siaran kini bukan lagi gate keeper yang memiliki kemampuan untuk mengatur dan mengendalikan arus  informasi seiring dengan dengan revolusi teknologi komunikasi dan informatika.

Continue reading “Makalah Komunikasi Aria Bima: Kebebasan Media dalam Demokrasi Kita”

Makalah Komunikasi Aria Bima: Negosiasi, Argumen Penolakan terhadap Pengesahan RUU Cipta Kerja Menjadi UU

Semboyan Kerja, kerja, kerja! Lapangan kerja, Indonesia Butuh Kerja. Itulah tanda pagar atau hashtag penyemangat dalam pembahasan RUU Cipta Kerja di DPR RI. Semboyan itu merupakan upaya pencapaian Visi Indonesia 2045 yang dikumandangkan Presiden Joko Widodo dalam kapsul waktu yang disimpan dalam monumen di Merauke setelah diarak keliling Indonesia mulai dari Sabang hingga disimpan di Merauke untuk dibuka pada peringatan Kemerdekaan Indonesia ke 100 pada 2045 kelak.

Continue reading “Makalah Komunikasi Aria Bima: Negosiasi, Argumen Penolakan terhadap Pengesahan RUU Cipta Kerja Menjadi UU”

Makalah Komunikasi Aria Bima: Fenomena Komunikasi di Tempat Kerja Sesuai dengan Teori Konteks dan Perspektif Komunikasi

Sebagai anggota Fraksi PDI Perjuangan, saya sering ditugasi untuk menyuarakan kepentingan partai dalam komunikasi publik melalui debat publik, pemakalah seminar dan lokakarya, maupun narasumber dalam talkshow yang diselenggarakan media. Dalam komunikasi publik atau komunikasi massa, kemampuan menyampaikan pesan secara verbal melalui kemampuan berbahasa dengan baik, serta yang bersifat nonverbal, seperti sikap, gesture, mimik dan ekspresi wajah menjadi faktor yang menentukan, apakah khalayak dapat menangkap pesan dengan baik atau tidak.

Continue reading “Makalah Komunikasi Aria Bima: Fenomena Komunikasi di Tempat Kerja Sesuai dengan Teori Konteks dan Perspektif Komunikasi”

Makalah Komunikasi Aria Bima: Pentingnya Kemampuan Berkomunikasi Bagi Anggota DPR RI

Pasca Pemilu 2019, saya memasuki periode pengabdian yang keempat sebagai anggota DPR RI. Selama 16 tahun bertugas sebagai wakil rakyat, saya sangat merasakan bagiamana pentingnya kepemilikan kemampuan berkomunikasi bagi seorang anggota Dewan. Kemampuan berkomunikasi demikian penting karena sebagaian besar moda bekerja seorang wakil rakyat adalah berbicara, sesuai denga nasal kata parlemen dalam Bahasa Yunani, yakni parle’, artinya bicara. Berbicara adalah inti dari komunikasi, yakni menyampaikan dan menerima pesan, melaporkarkan hasil kerja kepada konstituen, serta menyerap aspirasi masyarakat, pada hakikatnya adalah bentuk-bentuk komunikasi – baik yang bersifat verbal, maupun nonverbal.

Continue reading “Makalah Komunikasi Aria Bima: Pentingnya Kemampuan Berkomunikasi Bagi Anggota DPR RI”