Zakat sebagai Potensi Umat Membangun Bangsa

Pada hakikatnya zakat bukan semata rukun Islam yang ketiga, tetapi juga berperan sebagai sarana pemberdayaan dan distribusi ekonomi. Bahkan jika dioptimalkan, zakat secara maksimal bisa membawa perubahan pada kesejahteraan umat. Sehingga bukan hal yang tidak mungkin, dengan zakat, negeri ini akan semakin cepat berkembang dan menjadi negara yang semakin maju kedepannya.

Continue reading “Zakat sebagai Potensi Umat Membangun Bangsa”

Ngatawi Al-Zastrow: Penyebab Radikal Adalah Hati yang Mati

Hati, adalah sebuah anugerah Tuhan, yaitu dengan adanya hati kita dapat merasakan diluar dari panca indra kita. Hati mengajarkan orang untuk bertindak-tanduk baik dalam kehidupan, hati pun mengarahkan kehidupan ini untuk menciptakan suasana yang harmonis sebagai makhluk sosial. Hati pun bagaikan seputih embun yang memberi kesejukan dan menundukkan amarah dikala manusia menggunakan akal pikirandalam menjawab kegelisahan hidup.

Continue reading “Ngatawi Al-Zastrow: Penyebab Radikal Adalah Hati yang Mati”

Inspirasi Sahur Islam dan Kebangsaan: Pandemi dan Keberagaman Kita

Dr. Ahmad Ubaedy Hasbillah M.A, Dosen PTIQ Jakarta berusaha mengangkat pemahaman kita di masa pandemi Covid-19 ini. Dia menyebut bahwa marabahaya ini merupakan suatu rahmat Allah dan kita tidak boleh keliru mencernanya.

“Ini adalah tanda kasih sayang Allah supaya kita punya optimisme dan mendekatkan kita kepada-Nya. Coba dipikir kembali, sudah berapa lama kita tidak bersyukur atas kenikmatan yang luar biasa setiap hari. Kesehatan itu nikmat. Sering lupa bersyukur kan,” ucapnya saat mengisi acara Inspirasi Sahur di Youtube BKNP PDI Perjuangan dini hari tadi (9/5/2021).

Continue reading “Inspirasi Sahur Islam dan Kebangsaan: Pandemi dan Keberagaman Kita”

Merawat Kebhinekaan di tengah Gempuran Modernisasi dan Globalisasi

Indonesia yang terdiri dari banyak pulau, dengan budaya yang beragam, bahasa, ras, suku, dan tradisi serta adat istiadat lokal yang juga berbeda-beda. Namun perbedaan itu bukanlah pemisah satu sama lain, melainkan justru pemersatu dan tetap menjadi satu kesatuan dalam rumah yang sama yaitu bangsa Indonesia.

Salah satu identitas Indonesia yang paling dominan dari dulu hingga sekarang adalah keragaman, atau kebhinekaan. Identitas tersebut tidak terbentuk dalam waktu yang singkat, namun hasil dialog sejarah panjang dari generasi ke generasi, dan senantiasa eksis dari dahulu hingga sekarang ini.

Continue reading “Merawat Kebhinekaan di tengah Gempuran Modernisasi dan Globalisasi”

Inspirasi Sahur Islam dan Kebangsaan BKNP PDI Perjuangan: Membunuh Satu Orang Sama Artinya Membunuh Seluruh Umat

Terorisme bukan ajaran agama mana pun. Bahkan dalam Islam aksi teror sangat bertentangan dengan inti ajaran Islam yang mengedepankan penjagaan terhadap kehidupan. Pun demikian dengan pengertian jihad yang masih banyak pihak salahartikan dan kaitkan dengan aksi teror.

Hal itu disampaikan oleh Muhammad Syauqillah, Ketua Program Studi Kajian Terorisme Sekolah Kajian Strategik dan Global Universitas Indonesia dalam acara Inspirasi Sahur Islam dan Kebangsaan bertema “Terorisme Bukan Ajaran Agama” yang disiarkan melalui channel Youtube bknpusat PDI Perjuangan pada Sabtu (8/5/2021) yang dipandu oleh Host Muhammad Putri Novalianota dalam acara sahur yang ditayangkan rutin setiap pukul 03.00 WIB.

Continue reading “Inspirasi Sahur Islam dan Kebangsaan BKNP PDI Perjuangan: Membunuh Satu Orang Sama Artinya Membunuh Seluruh Umat”

Refleksi Ngabuburit BNKP PDIP, Dr. Sukidi Mengungkapkan Konsep Bhineka Tunggal Ika Berdasarkan Al-Qur’an

Presiden RI pertama, Bung Karno, menyampaikan pandangan-pandangannya di depan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-15 yang diselenggarakan pada 30 September 1960. Dalam pidato pandangannya tersebut, Bung Karno banyak mengkritisi kolonialisme, imperialisme dan peran PBB. Isi paragraf pertama, Bung Karno menyampaikan pidatonya dengan mengutif ayat Al-Quran surat Al-Hujurat ayat 13. Ayat yang syarat dengan makna dalam membina kehidupan berbangsa dan bernegara.

Continue reading “Refleksi Ngabuburit BNKP PDIP, Dr. Sukidi Mengungkapkan Konsep Bhineka Tunggal Ika Berdasarkan Al-Qur’an”

Pentingnya Belajar Islam secara Metodologis dan Bersanad

Problematika yang kita hadapi saat ini adalah banyaknya orang yang semangat sekali belajar agama tetapi mereka kemudian menggunakan penafsirannya sendiri dalam mengambil kesimpulan-kesimpulan hukum yang terkadang justru bertentangan dengan kaidah-kaidah agama. Kini juga muncul kecenderungan generasi muda di negeri ini belajar agama Islam secara otodidak akan tetapi tidak memperhatikan metodologi-metodologi dalam beragama.

Hal tersebut diulas apik oleh Dr. Muhammad Sofin Sugito, MA., dalam acara Inspirasi Sahur: Islam dan Kebangsaan yang ditayangkan di akun youtube BKNP PDI Perjuangan dini hari tadi (7/5/2021). Pendakwah yang juga merupakan Dosen UIN Sultan Hasanudin Serang Banten tersebut menuturkan bahwa, di dalam Islam, agama islam atau keberagamaan itu seyogyanya didasarkan dengan ilmu. Allah SWT sangat menekankan hal tersebut dengan firmannya yakni, jangan sekali-kali engkau berpendapat dan memberi keputusan tanpa dasar ilmu.

Continue reading “Pentingnya Belajar Islam secara Metodologis dan Bersanad”

Di Ngabuburit BKNP PDIP, Direktur Maarif Institute Ingatkan Bahaya Gadget Dan Tergerusnya Gotong Royong

\Direktur Eksekutif Maarif Institute, Abdullah Darraz, mengajak umat Muslim Indonesia untuk berefleksi di bulan ramadhan ini menyangkut penggunaan gadget yang berlebihan. Sebab kondisi itu mendorong sikap individualisme, menggerus sikap gotong royong yang menjadi dasar utama hidup orang Indonesia sejak dahulu kala.

Hal itu disampaikan Darraz saat mengisi acara ngabuburit Bersama Badan Kebudayaan Nasional Pusat (BKNP) PDI Perjuangan (PDIP), pada hari Kamis (6/5/2021) sore. Acara ini dipandu host Sekretaris BKNP PDIP, Rano Karno, yang juga Anggota DPR RI.

Continue reading “Di Ngabuburit BKNP PDIP, Direktur Maarif Institute Ingatkan Bahaya Gadget Dan Tergerusnya Gotong Royong”

Ukhuwah Wathaniyah: Jangan Jadi Manusia Bumi

Urusan persaudaraan dan keberagaman menjadi salah satu bahasan penting dewasa ini. Sebab, keduanya menjadi titik tolak persatuan yang tengah digembleng zaman. Andi Hadiyanto, dosen Universitas Negeri Jakarta, menyarankan agar kita tidak menjadi “Manusia Bumi” seutuhnya. Sebab, kita akan cenderung membuat sekat-sekat perbedaan.

“Itu adalah tipologi manusia dari penyair sufi besar Jalaludin Rumi. Ada manusia langit dan manusia bumi,” kata Andi, saat mengisi acara Inspirasi Sahur BKNP PDI Perjuangan, dini hari tadi (6/5/2021) di kanal Youtube BKNP PDI Perjuangan.

Continue reading “Ukhuwah Wathaniyah: Jangan Jadi Manusia Bumi”

Dakwah Walisongo, KH. Taufik Damas: Kearifan Lokal bukanlah Arabisasi

Di tengah momen Ramadhan ini kita diajak untuk mempelajari bagaimana penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Walisongo pada abad 15-16 menyebarkan paham ajaran Islam kepada masyarakat jawa, lebih mengedepankan unsur budaya dan tradisi yang berkembang di masyarakat, yang kemudian dijadikan sebagai piranti dalam menyebarkan Islam. Meskipun Islam datang dari tanah Arab, namun Walisongo tidak mentah-mentah mengajarkan Islam sebagaimana Islam di Arab.

Hal itu disampaikan oleh KH Taufik Damas saat mengisi Ngabuburit Bersama Badan Kebudayaan Nasional Pusat (BKNP) PDI Perjuangan, Rabu (5/5/2021), pukul 17.00 WIB dengan tema ‘Kearifan Lokal Bukanlah Arabisasi’, dipandu host Sekretaris BKNP PDIP Rano Karno.

Continue reading “Dakwah Walisongo, KH. Taufik Damas: Kearifan Lokal bukanlah Arabisasi”