Deputi V KSP: Era AI Datang, Implementasi Pancasila Jawabannya

Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) berpeluang menjadi paradoks bagi Indonesia. Negeri ini tengah menghadapi bonus demografi 22 tahun mendatang, namun arus zaman menghendaki penyusutan jumlah tenaga kerja. Di sisi lain, hal ini juga berpeluang menjelma sebagai ujian paling berat bagi Indonesian Way of Life: Pancasila.

Continue reading “Deputi V KSP: Era AI Datang, Implementasi Pancasila Jawabannya”

Dialog Kompas TV Hasil Survei Indikator Politik Indonesia Ganjar Pranowo Unggul, PDI Perjuangan: Kami Yakin Elektabilitas Ganjar Terus Naik

Dengan angka 35,2 persen survei pemilih pada Ganjar Pranowo berbanding Prabowo Subianto 33,2 persen harus diakui menunjukkan keunggulan mas Ganjar. Pada tingkatan ini Ganjar Pranowo unggul dan harus diingat bahwa dua persen margin suara di antara pemilih itu besar sekali, lho.

Continue reading “Dialog Kompas TV Hasil Survei Indikator Politik Indonesia Ganjar Pranowo Unggul, PDI Perjuangan: Kami Yakin Elektabilitas Ganjar Terus Naik”

Apa Kabar Indonesia Malam TvOne : Pendukung Pak Jokowi Sebagian Besar Mendukung Ganjar Pranowo

Apa Kabar Indonesia Malam TvOne bersama Putri Viola, Ferry Juliantono dan Hendri Satrio: Pendukung Pak Jokowi Sebagian Besar Mendukung Ganjar

Metode atau cara komunikasi politik Pak Jokowi harus dipahami dalam narasi yang selalu memberikan simbol-simbol. Pesan yang akan diberikan tak akan melukai satu dengan lainnya, karena pemerintahan ini kan masih 1,5 tahun. Filosofi Pak Jokowi sangat jelas.

“Lamun sira sekti, ojo mateni. Meskipun kamu sakti, jangan sekali-kali menjatuhkan.

Lamun siro banter, ojo ndhisiki. Meskipun kamu cepat, jangan selalu mendahului.

Lamun sira pinter ojo minteri. Meskipun kamu pintar, jangan sok pintar.”

 

Terlihat juga saat Pidato Kenegaraan 16 Agustus beliau menyampaikan bahwa seorang pemimpin harus bisa lari marathon, fisik dan psikisnya harus kuat. Ini karena pekerjaan seorang presiden ke depan perlu sosok yang laur biasa. Di sinilah sosok Pak Ganjar Pranowo terlihat simbolik pada sambutan-sambutan Pak Jokowi termasuk di Muktamar Ikatan Pelajar Muhammadiyah di Medan. Ingat video rambut putih berkerut, itu ada di Ganjar Pranowo.

Terkait video Mas Gibran dan Bobby mendukung Ganjar, clear dukungan politik Pak Jokowi dan keluarga kepada Ganjar Pranowo. Ini karena memang Pak Jokowi lahir dari partai-partai pengusung. Tak heran juga kalau secara survei, pendukung-pendukung Pak Jokowi lebih cenderung mendukung Pak Ganjar Pranowo daripada calon alin.

Semua jajaran kader di struktural, maupun kader yang mendapat penugasan di legislatif dan eksekutif memang mendapat instruksi untuk mensosialisasikan keputusan partai tentang pencalonan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden. Termasuk di antaranya mengenalkan Ganjar ke publik karena masih ada 15 persen warga yang belum kenal dan belum tahu Ganjar Pranowo sebagai calon presiden. Betul itu instruksi, mengenalkan Ganjar kepada masyarakat, bisa dengan pertemuan door to door, bagi kaos, stiker dan lain lain.

Apa yang sudah diputuskan oleh partai, mengikat kepada organisasi dan kader wajib melaksanakannya di lapangan, termasuk mas Wali Kota Gibran. Pak Jokowi dalam kapasitasnya sebagai presiden tentu tidak dalam kapasitasnya mensosialisasikan Ganjar Pranowo. Pak Jokowi cukup memberikan senyuman dan pelukan mesra kepada semua capres.

Dalam hal ini, yang dilakukan Gibran dan Bobby mensosialisaikan Ganjar sebagai bacapres PDI Perjuangan dengan mengenakan baju partai. Sebagai pribadi, mereka tidak kehilangan hak politiknya, dan itu dilakukan bukan dalam kapsitas sebagai kepala daerah, tapi dilakukan dalam kapasitas pribadi, juga pada hari Sabtu-Minggu. Tidak ada hal yang dilanggar dalam kapasitas pribadi, dan tak ada penyalahgunaan jabatan dalam melakukan sosialisasi, sebagaimana juga saat Gibran sebagai wali kota menemui Pak Prabowo sebagai menteri di Solo.

Kami menghargai setiap hasil survei yang muncul. Kami percaya yang bisa mengubah masyarakat yang dinamis adalah kerja dari relawan dan parpol yang bekerja. Waktu masih sangat panjang sampai 14 Februari 2024 nanti, karena rakyat belum tahu semua visi, misi, program, dan kebijakan bacapres yang ada. Kami percaya, program Ganjar Pranowo lebih membumi, merakyat, dengan realisasi konkret meneruskan fondasi yang diletakkan dari 10 tahun kepemimpinan Pak Jokowi.

Gawat! Hasil Riset Ungkap Polusi Udara Jakarta Bisa Pangkas Umur 5,5 Tahun!

Polusi udara di Jakarta beberapa waktu terakhir berpotensi mengancam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia. Hasil riset mengungkap bahwa polusi udara di Jakarta dapat mengurangi angka harapan hidup hingga 5,5 tahun. Persoalan polusi udara dan permasalahan lain terkait peningkatan kualitas SDM Indonesia harus menjadi prioritas pembangunan pemimpin ke depan jika bonus demografi dan peluang Indonesia Emas 2045 tidak berubah menjadi kutukan demografi.

Continue reading “Gawat! Hasil Riset Ungkap Polusi Udara Jakarta Bisa Pangkas Umur 5,5 Tahun!”

Tenang tapi Sangat Berbahaya, Kisah Moh. Hatta ‘Penggila Buku’

Podcast Episode Spesial BKN PDI Perjuangan Ulang Tahun Moh. Hatta 121 bersama penulis dan dokumentator Radio Buku Muhidin M. Dahlan.

Hatta merupakan tokoh bangsa sosok kutu buku yang pendiam diibaratkan seperti gunung berapi, tokoh politik yang diam dan sabar untuk menanti waktu yang tepat untuk mewujudkan ide-ide gagasannya. Dari pemikirannya itu akan menjadi keputusan penting bagi bangsa yang juga ditakuti oleh lawan-lawan politiknya.

Continue reading “Tenang tapi Sangat Berbahaya, Kisah Moh. Hatta ‘Penggila Buku’”

Drama Menegangkan Menjelang Kemerdekan Indonesia, Mulai dari Perdebatan Isu Rasial hingga Pengamanan Sukarno-Hatta

Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, lahir bukan karena peristiwa culik-menculik. Akan tetapi, sebuah teater gagasan para tokoh bangsa dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Mulai dari perdebatan isu rasial, Ketuhanan, hingga peran Fatmawati yang beradu argumen malam tanggal 16 Agustus di Rengasdengklok.

Hal tersebut diungkapkan oleh Muhidin M Dahlan dalam Podcast “Seri Kemerdekaan Indonesia” yang dipandu Fahrudin di channel Youtube BKN PDI Perjuangan pada Rabu (16/8/2023).

Continue reading “Drama Menegangkan Menjelang Kemerdekan Indonesia, Mulai dari Perdebatan Isu Rasial hingga Pengamanan Sukarno-Hatta”

Apa Kabar Indonesia TV One: Hubungan Bu Mega dan Pak Jokowi Seperti Ibu dan Anak

Hubungan Ibu Megawati dan Pak Jokowi setiap kali dipersepsikan publik, terutama dalam pembicaraan media sosial, terlihat terlalu didramatisasi atau dibesar-besarkan. Kami yakin beliau berdua adalah tokoh bangsa, terutama Bu Mega yang sudah makan garam berbagai situasi politik nasional maupun internasional.

Hubungan Bu Megawati dan Pak Jokowi itu seperti ibu dan anak. Dalam hubungan antara ibu dan anak, perbedaan pendapat pasti terjadi, tapi kami percaya kedua tokoh ini tak pernah beda pandangan, dengan lebih mengedepankan persoalan Pancasila, NKRI, dan kebhinekaan bangsa.

Continue reading “Apa Kabar Indonesia TV One: Hubungan Bu Mega dan Pak Jokowi Seperti Ibu dan Anak”

Sidang Tahunan DPR RI: Narasi Indonesia Bersatu di Tahun Politik

78 tahun sebagai sebuah bangsa tentu bukan usia kecil. Kita telah mengalami berbagai konflik atau perbedaan pendapat, tapi tetap bersatu. Sebagai refleksi ke depan, terutama dalam tahun politik ini narasi kita tetap Indonesia bersatu. Tak perlu takut dengan konflik. Kita harus berprinsip terus membangun konsensus di tengah gesekan dan perbedaan pendapat yang pasti akan terjadi.

Continue reading “Sidang Tahunan DPR RI: Narasi Indonesia Bersatu di Tahun Politik”

Kompas Petang Kompas TV: Tak Benar Ada Grand Desain Seolah Pak Jokowi Ada di Balik Pertemuan Parpol Dukung Prabowo

Kompas Petang Kompas TV 15 Agustus 2023 bersama Cynthia Rompas, Jazilul Fawaid, dan Yunarto Wijaya: Tak Ada Grand Desain Seolah Pak Jokowi Ada di Balik Pertemuan Parpol Dukung Prabowo.

Kami menghormati adanya pertemuan ketua-ketua umum partai politik dalam koalisi besar Indonesia Raya hari Minggu lalu. Tentunya dinamika itu terus kita cermati, bagaimana antar parpol yang bertemu kemarin membicarakan berbagai hal terkait konfigurasi atau pasangan yang benar-benar pas.

Continue reading “Kompas Petang Kompas TV: Tak Benar Ada Grand Desain Seolah Pak Jokowi Ada di Balik Pertemuan Parpol Dukung Prabowo”